Pola Unik Angka 9 Juga Dimiliki Angka Lain

Suatu hari, penulis membaca postingan tentang keunikan pola perkalian angka 9 di sebuah grup diskusi. Komentar yang muncul dari member grup menyatakan kekaguman terhadapa angka 9, ada juga yang semakin suka karena itu tanggal lahirnya dan ada juga yang bilang karena nama Tuhan ada 99, Ramadhan jatuh di bulan ke-9 dll. Pola unik angka 9 ini tentu bukanlah hal yang baru, tapi karena penulis selalu saja menemukan  orang yang mengaguminya setiap waktu (dan geli melihat orang mencocologikan angka ini dengan hal lain) akhirnya penulis mencoba untuk mencari tahu seberapa spesial sih angka 9 ini?

Apa benar-benar unik sampai disebut-sebut alasan uniknya karena nama Allah ada 99?
Apa sih yang membuat angka 9 seperti ini?
Sebelumnya mari kita lihat pola-pola unik yang biasa kita temui tentang angka 9.

Pola 1 : Jumlah angka-angka hasil perkalian 9 dengan bilangan 1 s.d 9 adalah 9

9 x 1 = 09    =>   0 + 9 = 9

9 x 2 = 18   =>  1 + 8 = 9

9 x 3 = 27   =>   2 + 7 = 9

9 x 4 = 36   =>   3 + 6 = 9

9 x 5 = 45   =>   4 + 5 = 9

9 x 6 = 54   =>   5 + 4 = 9

9 x 7 = 63   =>   6 + 3 = 9

9 x 8 = 72   =>   7 + 2 = 9

9 x 9 = 81   =>   8 + 1 = 9

9 x 10 = 90   =>   9 + 0 = 9

Mari kita lihat pola di atas. Nampak bahwa hasil penjumlahan angka-angka hasil perkalian 9 adalah 9 juga. Pola ini terus berlaku hingga perkalian 9 dengan angka belasan, puluhan, ratusan, ribuan dst… dengan cara menjumlahkan angka hasil perkalian hingga menjadi satu digit saja (dan tentunya satu digit ini akan memunculkan angka 9 lagi).

Contoh :1.  9 x  11 = 99 ==> 9 + 9 = 18  (masih dua digit, lanjutkan operasi)   ==> 1 + 8 = 9

2.  9 x  26 = 234      ==>   2 + 3 + 4 = 9

3.  9 x  783 = 7074            ==>   7 + 0 + 7 + 4 = 18    à 1 + 8 = 9

4.  9 x  3967 = 35703         ==>   3 + 5 + 7 + 0 + 3 = 18     à 1 + 8 = 9

5. 9 x  67233 = 605097      ==>   6 + 0 + 5 + 0 + 9 + 7 = 27     à 2 + 7 = 9

6.   …. (silakan bereksperimen sendiri kalau ga percaya 😀 )

Waaaah…..hebat sekali angka ini, ternyata angka 9 sudah mengajarkan kita bahwa alam semesta itu simetri..!!!” *cari bahan untuk membuat artikel sains-agama ah…

Pola 2.  Hasil perkalian adalah mirroring hasil lainnya secara simetri

 9 x 1 = 09          < >      90 = 10 x 9

9 x 2 = 18          < >      81 = 9 x 9

9 x 3 = 27           < >      72 =  8 x 9

9 x 4 = 36          < >     63 = 7 x 9

9 x 5 = 45           < >      54  = 6 x 9

9 x 6 = 54           < >      45 = 5 x 9

9 x 7 = 63          < >      36 = 4 x 9

9 x 8 = 72          < >      27 = 3 x 9

9 x 9 = 81           < >      18 = 2 x 9

9 x 10 = 90          < >     90 = 10 x 9

Bagus ya polanya?

Hebat sekali angka 9 ini bisa punya pola-pola unik seperti ini, benar-benar angka yang sesuai dengan jumlah nama Allah, 99 Asmaul Husna…. 😀

Mari kita tinjau dulu ada apa dengan 2 pola di atas.

Basis perhitungan yang kita pakai sekarang adalah desimal yaitu perhitungan menggunakan 10 bilangan dasar yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Di dunia ini sebenarnya ada beberapa basis bilangan yang pernah digunakan dalam berbagai kebudayaan, contohnya suku Maya menggunakan vigesimal (basis 20), suku Yuki di California menggunakan octal (basis 8), Babilonia menggunakan sexagesimal (basis 60),  bangsa Chumasan menggunakan kuarter (basis 4), Saraveca menggunakan quinary (basis 5), papua Nugini menggunakan pentadesimal (basis 15) dan lain-lain.

Artinya, ada banyak basis perhitungan yang bisa digunakan manusia dalam kehidupannya, tergantung mana yang dia sukai dan kebiasaannya. Kita, karena sudah dari kecil dihadapkan dengan angka Arab dan basis bilangan desimal tentu terbiasa dengan basis ini dan segala pola perhitungannya, termasuk pola unik angka 9 tadi. Penulis sudah melakukan coret-coret sendiri , ga nyontek siapa-siapa dan menemukan bahwa pola unik angka 9 pada basis perhitungan desimal adalah karena angka 9 merupakan angka terbesar dan terakhir di deret 0 – 9.

Ternyata pola unik ini dimiliki juga oleh angka lainnya, tergantung basis bilangan yang kita pakai.
Ga percaya?

 Di bawah ini penulis berikan 2 contoh menggunakan basis octal dan septenary.  Perhatikan bahwa jumlah hasil perkalian akan selalu memunculkan angka terakhir pada basisnya dan pola mirror juga terjadi.

A.      Contoh  1 (Octal)

Octal adalah basis perhitungan menggunakan 8 bilangan dasar (0,1,2,3,4,5,6,7) dengan aliran urutan sama seperti desimal yang kita kenal, sehingga setelah angka 7 adalah 10, 11, 12 … dan seterusnya.

7 x 1 = 07    =>   0 + 7 = 7

7 x 2 = 16    =>   1 + 6 = 7

7 x 3 = 25    =>   2 + 5 = 7

7 x 4 = 34    =>   3 + 4 = 7

7 x 5 = 43    =>   4 + 3 = 7

7 x 6 = 52   =>   5 + 2 = 7

7 x 7 = 61   =>   6 + 1 = 7

7 x 10 = 70    =>   7 + 0 = 7

B.      Contoh 2 (Septenary)

Septenary adalah basis perhitungan menggunakan 7 bilangan dasar (0,1,2,3,4,5,6) dengan aliran urutan sama seperti desimal yang kita kenal, sehingga setelah angka 6 adalah 10, 11, 12 … dan seterusnya.

6 x 1 = 06    =>  0 + 6 = 6

6 x 2 = 15    =>   1 + 5 = 6

6 x 3 = 24    =>   2 + 4 = 6

6 x 4 = 33    =>   3 + 3 = 6

6 x 5 = 42    =>   4 + 3 = 6

6 x 6 = 51    =>  5 + 1 = 6

6 x 10 = 60    =>  6 + 0 = 6

Silakan dicoba sendiri untuk biner, ternary, quartenary, quinary dan yang lainnya. Hasilnya dijamin masih sama, penjumlahan hasil perkalian akan menghasilkan angka terakhir dari basis yang digunakan serta pola mirror juga masih ada.

Sebenarnya masih ada pola-pola yang unik lagi dari angka-angka. Angka dengan susunan YZ x ZY atau XYZ x ZYX atau WXYZ x ZYXW atau VWXYZ x ZYXWV dan seterusnya akan menunjukkan hasil penjumlahan operasi perkaliannya selalu memunculkan angka terakhir sesuai basisnya.

Contoh :

1.  12 x 21 = 252     =>   2 + 5 + 2 = 9

2.  15 x 51 = 765     =>   7 + 6 + 5 = 9

3.  159 x 951 = 151209     =>   1 + 5 + 1 + 2 + 0 + 9 = 18    =>   1 + 8 = 9

4. ….(ayo bereksperimen sendiri dong 😀  )

Takjub?
Jika anda langsung takjub dan mengagumi pola ini berarti anda tidak melakukan cross-check terhadap data dan informasi yang anda lihat. Pada contoh yang saya berikan memang beberapa operasi perkalian menunjukkan hasil yang selalu 9.
Tetapi jika anda melakukan percobaan sendiri, anda akan menemukan bahwa pola itu tidak dimiliki semua angka.

Contoh :
1. 13 x 31 = 403     =>   4 + 0 + 3 = 7   (bukan 9)
2. 17 x 71 = 1207    =>   1 + 2 + 0 + 7 = 10     =>   1 (bukan 9)
3. 28 x 82 = 2296     =>   2 + 2 + 9 + 6 =19     =>   20     =>   2 (bukan 9)
4. …. (masih tidak mau mencoba sendiri? )

Kesimpulan :

1.       Pola unik angka 9 terjadi bukan karena angkanya yang unik, tetapi karena basis bilangan yang digunakan adalah desimal sehingga menempatkan angka 9 pda posisi angka paling besar dan terakhir.

2.       Pola-pola unik juga dimiliki oleh bilangan terakhir dan terbesar dalam deret basis lain, seperti  kita lihat pada contoh octal dan septenary.

3.       Menghubungkan keistimewaan angka 9 dengan aspek religi, magis dan lain-lain menurut penulis hanyalah cocologi yang menguntungkan karena penggunaan basis desimal.

4.       Hal yang pada awalnya terlihat istimewa  atau unik sebenarnya bisa jadi tidak mutlak kesitimewaan dan keunikannya, jika kita menelusur lebih jauh asalnya. Seandainya basis yang kita gunakan adalah nonary (basis 9) mungkin angka yang akan muncul dan dibahas di artikel-artikel unik adalah angka 8.

5.       Pola keunikan bisa muncul pada angka dengan susunan berlawanan seperti YZ x ZY atau XYZ x ZYX atau WXYZ x ZYXW atau VWXYZ x ZYXWV , namun pada beberapa pasangan, pola tersebut nampak tidak muncul secara acak.

Jadi, masih ada yang menganggap angka 9 itu suci, spesial, angka yang mencerminkan jumlah nama Tuhan? Angka jumlah suatu kata yang disebutkan di kitab suci ?   😛

Yaah, silakan saja, toh itu cuma kebetulan saja kita menggunakan desimal…

Penulis menyukai angka 9 karena itu nilai yang cukup bagus untuk menghindari amukan orang tua jika tertulis di kertas ujian jaman SD, SMP dan SMA dulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s